Posted in Puisi Asro al Murthawy

Sesaat Engkau Pamit

Malam beku
detak jam melambat
ada yang begitu lekat mendekat
kaukah itu Ramadhan, mengapa tersedu sebalik pintu?
tiada jawab. Hanya gigil raga serupa gempa bertambah kuat

malam kian pekat
udara tak juga bergerak
seperti menunggu sesuatu
Tapi siapakah yang barusan lewat
mengedipkan cahaya lampu
membungkam gonggong anjing di kejauhan
mendiamkan riuh kokok ayam dinihari
membalutkan sepi yang kelewat sangat

malam diam
tapi sesuara siapa berbisik pelan di telinga
terdengar karib, mungkin seorang sahabat
“aku mau pergi
jauh dan lama “

Kita pernah saling menyempurnakan rasa
berbagi setengah belah jiwa. Maka bacalah kembali
sajak-sajak yang pernah kita daraskan bersama
pada riuh masa pada hening waktu
“tunggulah, mungkin aku kan kembali
padamu pada hitungan ke tigaratus limapuluh lima
pertemuan  bulan dan matahari”

Imaji 1438 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s